Pariwisata Rohani Budaya Cirebon
Makam Mbah Muqoyyim
Mbah Muqoyyim adalah salah satu ulama kharismatik yang merupakan pendiri
pesantren buntet Cirebon, Jawa barat. Mbah muqoyyim merupakan keturunan
bangsawan dari kesultanan Krangkeng, Karang Ampel, Indramayu 1689. Mbah
muqoyyim itu ayahnya dari sultan keraton kesepuhan, ibunya dari krangkeng,
imdramayu, ibunya mbah muqoyyim sangat cantik dan anggun menurut cerita. Mbah
muqoyyim di besarkan di keraton kesepuhan di kehidupan padepokan.
Setelah
dewasa, kemudian mbah muqoyyim keluar dari keraton kesepuhan. Kenapa keluar
dari keraton kesepuhan? Karena tidak cocok dengan kesultanan kesepuhan, karena
bekerja sama dengan belanda. Akhirnya mbah muqoyyim keluar dengan pasukan nya,
melewati jalan setupatok. Di setupatok di situ ada sayembara, sekitar jaman nya
di ponegoro 1846. Barang siapa yang bisa membendung setu ini akan saya nikahkan
dengan putri saya. Putri nya sangat cantik sekali lalu mbah muqoyyim dengan
pasukan nya mengacungkan tangan. Dengan izin Allah SWT mbah muqoyyim pasang
patok, kemudian di glibet ( ikat ) dengan sorban nya sehingga air itu tidak
bobolan ( tidak keluar ) makanya sekarang menjadi setupatok.
Maka
tak mengherankan bila mbah muqoyyim kemudian di angkat sebagai mufti. Selain
itu beliau juga di kenal sakti tapi rendah hati kepada siapapun. Beliau sangat
mengedepankan akhlakul karimah. Kemudian mbah muqoyyim melanjutkan perjalanan
ke buntet pesantren melalui daun sela. Di buntet pesantren mbah muqoyyim
berkuasa dan wilayahnya mbah muqoyyim dari buntet pesantren sebelah kulon
berarti sabrang kulon sampai tanggul sungai sebelah timur mbah muqoyyim bertapa
di situ selama 12 tahun, 4 tahun puasa
untuk tanah sekitarnya, 4 tahun untuk anak cucu nya, 4 tahun untuk para
santrinya. Menurut cerita mbah muqoyyim buka puasa dan sahur dengan menggunakan
dedaunan pucuk daun muda selama 12 tahun itu, maka kata mbah muqoyyim anak
buntet pesantren itu anak penuh berkah.
Perjuangan
nya menurut cerita mbah muqoyyim pernah di kejar-kejar belanda, kemudian mbah
muqoyyim lari ke malang di daerah beji. Ketika mbah muqoyyim di beji, di
Cirebon ini terjadi wabah penyakit. Kesultanan Cirebon memanggil mbah muqoyyim,
“ Mbah muqoyyim, pulang.” Mbah muqoyyim belum menjawab iya tetapi ada syaratnya
menurut cerita syaratnya apa? “ meminta setiap balai desa harus ada masjid.”
Belanda menyanggupi dan juga sultan menyanggupi. Jadi, mbah muqoyyim pulang,
dengan ijin Allah SWT maka wabah penyakit hilang.
Kaitan
nya dengan mbah ardisela mbah muqoyyim itu join ( bekerja sama ) berjuang. Apa
joinan berjuang nya? Kalau mbah muqoyyim sebagai griliyawan, masuk keluar hutan
perangnya kalo nyerang keluar hutan dan kalo di serang masuk hutan. Kerja sama
dengan mbah raden ardisela beliau orang berilmu, beliau sebagai wedana kerja di
pemerintahan belanda. Belanda tidak tahu bahwa mbah ardisela orang alim,
seorang alim ( wali ). Ketika mbah muqoyyim di kejar belanda kemudian lari ke
mbah ardisela, mbah muqoyyim di masukan ke kantong nya mbah ardisela sehingga
belanda tidak mengetahuinya. Kenapa mbah muqoyyim di kubur di tuk? Karena pada
waktu itu di buntet pesantren belum ada kuburan. Maka sesepuh buntet pesantren
banyak yang di sini, keturunan nya banyak di sini. Di buntet pesantren juga
banyak, di tuk juga banyak gedongan dan lain-lain.
Makam
yang di dekat mbah muqoyyim itu bukan keturunan nya, ada salah satu orang
merasa ini bapak saya, ini keturunan bapak saya, padahal hanya mengurusi
pesarean mbah muqoyyim mengaku keturunan mbah muqoyyim. Mbah muqoyyim itu
pendiri buntet pesantren kemudian gedongan, kemudian pendatang di kota Cirebon
lewat dari penggung. Mbah abdul jamil keturunan yang paling muda. Buntet
pesantren mbah soleh benda di benda, kemudian istrinya kyai said di gedongan di
kempek di gedongan kyai mustofa akil.
Pesantren
ini kemudian di jadikan sebagai pusat penyebaran ajaran islam dan basis
perlawanan kultural terhadap belanda. Selama di Cirebon, mbah muqoyyim
memanfaatkan waktunya untuk membangun kembali pesantren yang berantakan, tapi
tuhan berkehendak lain, tidak lama kemudian, di tengah usaha nya untuk menata
kembali pesantren buntet, mbah muqoyyim wafat. Perjuangan nya di lanjutkan oleh
kyai-kyai sepuh lain nya di antara nya yaitu kyai Abbas Buntet yang juga di
kenal memilik karomah dari Allah SWT.