Perjuangan Mbah Muqoyyim


Perjuangannya menurut cerita mbah Muqoyyim pernah di kejar-kejar Belanda, kemudian mbah Muqoyyim lari ke Malang di daerah Beji. Ketika mbah Muqoyyim di Beji, di Cirebon ini terjadi wabah penyakit. Kesultanan Cirebon memanggil mbah Muqoyyim, “ Mbah muqoyyim, pulang.” Mbah Muqoyyim belum menjawab iya. Beliau menjawab iya tetapi ada syaratnya menurut cerita. Syaratnya apa? “ Meminta setiap balai desa harus ada masjid.” Belanda menyanggupi dan juga sultan menyanggupi. Jadi, mbah Muqoyyim pulang, dengan izin Allah SWT maka wabah penyakit hilang.
Kaitannya dengan mbah Ardisela, mbah Muqoyyim itu joinan (bekerjasama) berjuang. Apa joinan berjuangnya? Kalau mbah Muqoyyim sebagai griliyawan, masuk keluar hutan perangnya kalo nyerang keluar hutan dan kalo di serang masuk hutan. Kerjasama dengan mbah Raden Ardisela beliau orang berilmu, beliau sebagai wedana kerja di pemerintahan Belanda. Belanda tidak tahu bahwa mbah Ardisela orang alim, seorang alim (wali). Ketika mbah Muqoyyim di kejar Belanda kemudian lari ke mbah Ardisela, mbah Muqoyyim di masukan ke kantongnya mbah Ardisela, sehingga Belanda tidak mengetahuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Search This Blog