Kenapa mbah Muqoyyim di kubur di tuk? Karena pada
waktu itu di buntet pesantren belum ada kuburan. Maka sesepuh buntet pesantren
banyak yang di sini, keturunannya banyak di sini. Di Buntet Pesantren juga
banyak, di tuk juga banyak, gedongan dan lain-lain.
Makam yang di dekat
mbah Muqoyyim itu bukan
keturunannya, ada salah satu orang merasa ini bapak saya, ini keturunan bapak
saya, padahal hanya mengurusi pesarean mbah Muqoyyim mengaku keturunan mbah Muqoyyim. Mbah Muqoyyim itu pendiri Buntet Pesantren kemudian gedongan, kemudian
pendatang di kota Cirebon lewat dari penggung. Mbah Abdul Jamil keturunan yang
paling muda. Buntet Pesantren mbah Soleh benda di benda, kemudian istrinya
kyai Said di gedongan, di kempek di gedongan kyai Mustofa Akil.
Pesantren ini
kemudian di jadikan sebagai pusat penyebaran ajaran islam dan basis perlawanan
kultural terhadap belanda. Selama di Cirebon, mbah Muqoyyim memanfaatkan waktunya untuk membangun kembali
pesantren yang berantakan, tapi tuhan berkehendak lain. Tidak lama kemudian, di tengah usahanya untuk menata
kembali Pesantren Buntet, mbah Muqoyyim wafat. Perjuangannya di lanjutkan oleh
kyai-kyai sepuh lainnya di antaranya yaitu, kyai Abbas Buntet yang juga di kenal
memilik karomah dari Allah SWT.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar