Kharomah


Setelah dewasa, kemudian mbah Muqoyyim keluar dari keraton kesepuhan. Kenapa keluar dari keraton kesepuhan? Karena tidak cocok dengan kesultanan kesepuhan, karena bekerja sama dengan Belanda. Akhirnya mbah Muqoyyim keluar dengan pasukannya, melewati jalan setupatok. Di setupatok di situ ada sayembara, sekitar zamannya Diponegoro 1846. Barang siapa yang bisa membendung setu ini akan saya nikahkan dengan putri saya. Putrinya sangat cantik sekali lalu, mbah Muqoyyim dengan pasukannya mengacungkan tangan. Dengan izin Allah SWT mbah Muqoyyim pasang patok, kemudian di glibet ( ikat ) dengan sorbannya sehingga air itu tidak bobolan ( tidak keluar ) makanya sekarang menjadi setupatok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Search This Blog