Makam Mbah Muqoyyim dan Sekitarnya


                Selama saya dan teman-teman yang lain melakukan observasi kami mengunjungi beberapa tempat, yaitu makam Mbah Muqoyyim dan Buntet Pesantren. Disini saya akan menuliskan keadaan makam Mbah Muqoyyim dan sekitarnya.


Gambar 1.3 Makam Mbah Muqoyyim dan Sekitarnya

                Makam Mbah Muqoyyim terlatak di Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Saya melihat keadaan makam Mbah Muqoyyim pada saat itu dijaga dengan baik oleh kucen Mbah Muqoyyim maupun warga di daerah tersebut , sebab tugas bapak Maki (Kucen Mbah Muqoyyim) itu adalah menjaga kawasan yang dipercaya kepadanya, mengunci semua rahasia buruk dan menjaga semua kebaikan supaya tetap terjalin hubungan serasi antara masyarakat, adat, dan alam lingkungan. Maka dari itu makam beliau dijaga dengan baik dan juga dirawat.

                Tidak hanya makam Mbah Muqoyyim yang dijaga oleh kuncen dan juga warga sekitar, namun lingkungan sekitarnya juga dirawat dengan baik. Ada satu orang yang di percaya oleh bapak Maki (Kuncen Mbah Muqoyyim) untuk berjaga di depan pintu gerbang keluar masuk menuju makam Mbah Muqoyyim, agar terjaga dengan baik. Seandainya di depan pintu gerbang tidak ada yang berjaga disitu, maka pemikiran orang umum diluar sana adalah makam Mbah Muqoyyim tidak dijaga dengan baik atau bisa dibilang bebas.

                Selain satu orang itu yang dipercaya bapak Maki, bukan berarti warga sekitar berbuat seenaknya atau tidak merawat salah satu makam yang sangat berharga yaitu makam Mbah Muqoyyim. Warga sekitar juga dipercaya oleh bapak Maki untuk menjaga dan merawat makam Mbah Muqoyyim dan sekitarnya dengan baik. Oleh karena itu, hingga saat ini makam beliau tetap terjaga dan terawat dengan baik dan warga di desa Tuk itu juga sangat ramah, apalagi ada pengunjung yang datang untuk berziarah ke makam Mbah Muqoyyim. 

                Makam Mbah Muqoyyim terbuka untuk umum, tetapi pengunjung yang berziarah ke makam beliau tidak boleh berbuat seenaknya. Sebelum memasuki gerbang makam Mbah Muqoyyim, penjaga yang ada di depan gerbang memberitahu sekaligus mengingatkan bahwa tidak diizinkan untuk mengambil gambar makam Mbah Muqoyyim. Pengunjung boleh mengambil gambar selain makam Mbah Muqoyyim di ruangan tersebut.

                Situs makam keramat Mbah Muqoyyim sudah banyak dikenal oleh warga kota Cirebon, tapi warga jarang berziarah ke makam beliau. Jika kalian diluar kota Cirebon ingin melihat makam Mbah Muqoyyim, kalian bisa lihat gambar di google ataupun aplikasi yang ada di hp anda, contohnya uc browser ataupun Mozilla firefox. Pengunjung yang berziarah ke makam beliau tidak dipungut biaya apapun, asalkan tetap menjaga dan tidak merusak tempat tersebut.

                Makam Mbah Muqoyyim terletak agak utara, tetapi masih di sebelah selatan rel kereta api. Bersama-sama Mbah Ardisela, Mbah Muqoyyim mengembangkan agama islam di desa ini. Sebelum sampai di desa Tuk Karangsuwung, Mbah Muqoyyim yang berasal dari Indramayu ini telah berkelana sampai ke Pulau Madura untuk berguru kepada Mbah Kholil Bangkalan.

                Mbah Muqoyyim dipercaya sebagai salah satu tokoh pendiri Buntet Pesantren. Oleh karena itu, pada malam-malam tertentu, makam ini kerap diziarahi beberapa santri dari Buntet Pesantren. Para santri ini beberapa di antaranya berjalan kaki pergi-pulang menelusuri rel kereta dari lokasi pesantren mereka di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura.

                Sejak awal tahun 1990-an, di wilayah barat desa ini didirikan sebuah pesantren oleh KH Ichsan Abdul Aziz. Karena lokasi pesantren yang berada di garis batas dengan Desa Sindanglaut, pesantren ini diberi nama pesantren Roudlatul Hidayah, Tuk Sindanglaut.
Share:

1 komentar:

  1. ceritanya lengkap gan......
    tokoh2 setelah mbah muqoyyim kemudian di susul era raden nur hasan kilayaman dan raden rangga .....bagian muara bengkeng....lalu siapa lagi.

    BalasHapus

Total Tayangan Halaman

Search This Blog