Perjuangan Mbah Muqoyyim


Saya Aniqul fikar menulis pada blog ini sesuai dengan hasil observasi tentang Mbah muqoyyim merupakan keturunan bangsawan dari kesultanan Krangkeng, Karang Ampel, Indramayu 1689. Mbah muqoyyim itu ayahnya dari sultan keraton kesepuhan, ibunya dari krangkeng, imdramayu. Pada saat itu mbah muqoyyim menjadi kadi di keraton Cirebon untuk menggantikan ayahnya namun mbah muqoyyim keluar dari keraton kasepuhan di karenakan pada masa itu keraton kasepuhan bekerja sama dengan Belanda beliau tidak suka dengan pemerintahan yang di berlakukan oleh belanda dan merasa tidak cocok. Akhirnya beliau pergi dari keraton kasepuhan dan mendirikan sebuah pesantren di buntet yang sekarang di kenal sebagai buntet pesantren Cirebon.
          Awal mula perjuangan mbah muqoyyim itu pada saat keluar dari keraton kasepuhan, mbah muqoyyim begitu benci terhadap belanda karena terus menindas, memeras, dan menyengsarakan rakyat. Mbah muqoyyim pun kemudia pergi ke bagian timur selatan Cirebon mencari tempat yang akan di gunakan untuk mengembangkan syiar islam di Cirebon, di desa kedungmalang atau yg sekarang di kenal dengan buntet kecamatan astanajapura. Kemudian  berpikir untuk mendirikan pesantren di buntet menurut cerita mbah muqoyyim melakukan pertapaan dan puasa selama 12 tahun yang di bagi menjadi 4 tahun puasa untuk tanah sekitarnya, 4 tahun untuk anak cucu nya, 4 tahun untuk para santrinya. Menurut cerita mbah muqoyyim buka puasa dan sahur dengan menggunakan dedaunan pucuk daun muda selama 12 tahun itu, maka kata mbah muqoyyim anak buntet pesantren itu anak penuh berkah.
          Perjuangan nya menurut cerita mbah muqoyyim pernah di kejar-kejar belanda, kemudian mbah muqoyyim lari ke malang di daerah beji. Ketika mbah muqoyyim di beji, di Cirebon ini terjadi wabah penyakit. Kesultanan Cirebon memanggil mbah muqoyyim, “ Mbah muqoyyim, pulang.” Mbah muqoyyim belum menjawab iya tetapi ada syaratnya menurut cerita syaratnya apa? “ meminta setiap balai desa harus ada masjid.” Belanda menyanggupi dan juga sultan menyanggupi. Jadi, mbah muqoyyim pulang, dengan ijin Allah SWT maka wabah penyakit hilang.
          Kaitan nya dengan mbah ardisela mbah muqoyyim itu join ( bekerja sama ) berjuang. Apa joinan berjuang nya? Kalau mbah muqoyyim sebagai griliyawan, masuk keluar hutan perangnya kalo nyerang keluar hutan dan kalo di serang masuk hutan. Kerja sama dengan mbah raden ardisela beliau orang berilmu, beliau sebagai wedana kerja di pemerintahan belanda. Belanda tidak tahu bahwa mbah ardisela orang alim, seorang alim ( wali ). Ketika mbah muqoyyim di kejar belanda kemudian lari ke mbah ardisela, mbah muqoyyim di masukan ke kantong nya mbah ardisela sehingga belanda tidak mengetahuinya.
Pada mulanya mbah muqoyyim hanya membangun sebuah rumah yang sederhana di sertai dengan langar dan beberapa bilik. Kemudian mbah muqoyyim menggelar pengajian yang pada akhirnya banyak orang banyak yang mengetahui dan ingin menjadi santri nya, selain mengajarkan tentang agama islam yang mendalam melalui kitab kuning, beliau juga mengajarkan tentang bagaimana bergerak di bidang Pendidikan mental dan spiritual agar dapat mudah mengajarkan ajaran agama islam dengan tenang dan menyikapi situasi dengan jernih, Pendidikan mental akan memberikan motivasi yang kuat bagi para santri untuk tidak tunduk pada penajajah belanda.
Pesantren ini kemudian di jadikan sebagai pusat penyebaran ajaran islam dan basis perlawanan kultural terhadap belanda. Selama di Cirebon, mbah muqoyyim memanfaatkan waktunya untuk membangun kembali pesantren yang berantakan, tapi tuhan berkehendak lain, tidak lama kemudian, di tengah usaha nya untuk menata kembali pesantren buntet, mbah muqoyyim wafat. Perjuangan nya di lanjutkan oleh kyai-kyai sepuh lain nya di antara nya yaitu kyai Abbas Buntet yang juga di kenal memilik karomah dari Allah SWT.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Search This Blog